Kata Pengantar

Kenyataan saat ini bahwa umumnya masyarakat Indonesia belum merasakan manfaatnya membaca. Bisa dilihat khususnya di perpustakaan-perpustakaan selalu sepi pengunjung. Demikian juga di berbagai tempat dan kesempatan misalnya saja di kendaraan umum, di stasiun kereta api, di stanplat bus, di rumah sakit, jarang melihat orang yang asik membaca dengan buku di tangan. Dan apalagi menulis yang relatif perlu peralatan dan persiapan lebih  jarang lagi ditemui.

Bukan hanya di lingkungan umum yang dasar pendidikannya banyak yang belum memadai untuk membaca apalagi menulis, bahkan untuk lingkungan perguruan tinggi pun,  jelasnya dosen dan mahasiswanya jarang yang mempunyai tradisi baca dan tulis sebagai suatu kebutuhan. Mahasiswa  akan membaca dan menulis ketika mendapat tugas atau menghadapi ujian. Buku-buku karya para dosen pun jarang didapat di rak-rak toko buku, padahal tulisan mereka seyogianya menjadi pencerah bagi khususnya mahasiswa, dan juga yang meramaikan dunia perbukuan.

Di lingkungan lain juga sama saja bahkan lebih rendah budaya baca dan tulisnya, misal di kalangan Abri dan Kepolisian boleh dikata sangat sedikit yang biasa baca tulis. Sebagai contoh hanya beberapa blog yang bisa ditemukan ditulis oleh purnawirawan misalnya. Kalah oleh Presiden SBY yang malahan rajin menulis. Padahal dari kalangan merekalah yaitu Abri dan Kepolisian diharapkan muncul tulisan-tulisan yang berbobot karena pengalaman mereka dalam hal ikut mengurus atau terlibat dalam memelihara negara kesatuan Republik Indonesia ini. Kalau selagi dinas sibuk tentunya saat purnawirawan banyak waktu senggang yang alangkah baiknya dipakai menulis.

Bapak Atang Joehanda adalah seorang purnawirawan Kepolisian termasuk yang jarang itu. Beliau hobby membaca dan komplit dengan menulisnya. Meskipun barangkali belum ditemukan tulisannya di koran atau majalah, akan tetapi di jurnal lingkungan anggota veteran sering tulisannya dimuat. Tulisannya berceceran di mana-mana, belum ada yang mencoba mengumpulkannya secara tertib dalam suatu file. Apalagi membuat buku semisal tentang buah pikiran dan tulisannya belum ada.

Tentunya harus ada yang mencoba mengumpulkannya agar sekali lagi tentang buah pikiran dan tulisannya bisa dibaca oleh umum. Bahkan terus memanjang bisa dibaca generasi berikutnya, lebih baik lagi bisa dibaca oleh anak, cucu, dan cicitnya. Dan tentunya menjadi kebanggaan bersama.

Oleh karena hal tersebut di atas, saya merasa harus mengupayakan minimum membuat file atas tulisan-tulisannya. Jadi hanya upaya untuk menginventarisasinya agar kelak apabila ada yang berkehendak menyusunnya lebih serius bahannya sudah terkumpul. Kesempatan pertama mengumpulkan tulisannya itu insyaalah akan bertepatan dengan momentum ulang tahun beliau yang ke 80 yaitu pada tanggal 18 Oktober 2009.

Menginventarisasinya rencananya dalam bentuk webblog biar terpampang di dunia maya dan bebas dibaca oleh siapapun, bahkan dikomentari oleh yang berkenan. Semoga rencana ini terlaksana dengan tidak mendapatkan banyak halangan. Dalam bentuk Webblog (sementara yang gratisan dulu) juga mengharapkan bisa di-launching pada hari ulang tahun beliau yang ke 80 itu.

Semoga maksud sederhana ini ada manfaatnya.

Wassalam

Eman S Sudinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s